Clocks for website
<a href="http://www.clock4blog.eu">clock for blog</a>
Free clock for your blog

selamat datang di My Blog

selamat datang..!di sarangge@rtBlog.com,..semoga..! anda puas

Rabu, 21 September 2011

Aliran Seni Rupa


 ALIRAN - ALIRAN DALAM SENI RUPA
1.    Aliran Neo-Klasisme

Pecahnya revolusi Perancis pada tahun 1789, merupakan titik akhir dari kekuasaan feodalisme di Perancis yang pengaruhnya terasa juga ke bagian-bagian dunia lainnya. Revolusi ini tidak hanya perubahan tata politik dan tata social, tetapi juga menyangkut kehidupan seni. Para seniman menjadi bebas dalam memperturutkan panggilan hati masing-masing, dimana mereka berkarya bukan karena adanya pesanan, melainkan semata-mata ingin melukis saja.

Maka dengan demikian mulailah riwayat seni lukis modern dalam sejarah yang ditandai dengan individualisasi dan isolasi diri. Jacques Louis David adalah pelukis pertama dalam babakan modern. Pada tahun 1784, David melukiskan “SUMPAH HORATII”. Lukisan ini menggambarkan Horatius , bapak yang berdiri di tengah ruangan sedang mengangkat sumpah tiga anak laki-lakinya yang bergerombol di kiri, sementara anak perempuannya menangis di sebelah kanan.

Lukisan ini tidak digunakan untuk kenikmatan, melainkan untuk mendidik, menanamkan kesadaran anggota masyarakat atas tanggung jawabnya terhadap Negara. J.L. David merupakan pelopor aliran Neo-Klasik, dimana lukisan Neo-Klasik bersifat Rasional, objektif, penuh dengan disiplin dan beraturan serta bersifat klasik.

Tokoh penerus J.L. David dalam Neo-Klasik adalah JEAN AUGUAST DOMINIQUE INGRES (1780-1867)
Contoh lukisan Neo-Klasik dapat dilihat pada lampiran.

2.    Aliran Romantisme
  
  Aliran ini mengembalikan seni pada emosi yang lebih

  bersifat imajiner. Awalnya melukiskan kisah atau

  kejadian yang dramatis ataupun dahsyat.

  Dalam melukiskannya, baik dari pengaturan

 
estetika maupun aktualitas piktorialnya selalu

  melebihi kenyataan. Warna lebih meriah, gerakan

  lebih lincah, emosi lebih tegas.





Aliran Romantik merupakan pemberontakan terhadap aliran Neo-Klasik, dimana Jean Jacques Rousseau mengajak kembali pada alam, sebagai manusia yang tidak hanya memiliki pikiran tetapi juga memiliki perasaan dan emosi.
Theodore Gericault
Eugene Delacroix
Cao yong
Raden Saleh
Peter Paul Rubens 
david friedrich

Lukisan-lukisan romantik cenderung menampilkan :
  • Hal yang berurusan dengan perasaan seseorang (sangat ditentang dalam aliran Neo- Klasik)
  • Eksotik, kerinduan pada masa lalu
  • Digunakan untuk perasaan dari penontonnya
  • Kecantikan dan ketampanan selalu dilukiskan

Tokoh yang betul-betul pemberontak dan pertama kali menancapkan panji-panji romantisme adalah Teodore Gericault (1791-1824) dengan karyanya yang berjudul “RAKIT MENDUSA”. Romantisme berasal dari bahasa Perancis “Roman” (cerita), sehingga aliran ini selalu melukiskan sebuah cerita tentang perbuatan besar atau tragedy yang dahsyat. Contoh lukisannya dapat dilihat pada lampiran.


3.    Aliran Realisme


Realisme di dalam seni rupa berarti usaha menampilkan subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu. Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa untuk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan hal yang buruk sekalipun.
Realisme adalah perwujudan dasar yang mengaspirasikan ideologi yang nyata .Awalnya, rasa dari realisme melukiskan hal yang sebernarnya tentang hidup, kondisi, penderitaan rakyat pada masa itu, khususnya pada golongan rendah. Penderitaan mereka yang digambarkan melalui ketidaktepatan dalam masyarakat yang sebenarnya yang berbalik dengan romantisme dan clasicme pada masa itu.    
Tokoh-Tokoh Realisme
v  Gustove Corbert
v   Marie Rosalie Bonheur
v  Wilhelm Leibl
v  S.Sudjojono



Realisme merupakan aliran yang memandang dunia tanpa ilusi, mereka menggunakan penghayatan untuk menemukan dunia. Salah seorang tokoh Realisme yang bernama “Courbet” dari Perancis mengatakan :

“TUNJUKANLAH KEPADAKU MALAIKAT, MAKA AKU AKAN MELUKISNYA, artinya ia tidak akan melukis sesuatu yang tidak ditunjukkan kepadanya (sesuatu yang tidak real/nyata). Aliran Realisme selalu melukiskan apa saja yang dijumpainya tanpa pandang bulu dan tanpa ada idealisasi, distorsi atau pengolahan-pengolahan lainnya. Gustave Courbet (1819-1877) memandang bahwa lukisan itu pada dasarnya seni yang kongkrit. Lukisan-lukisan Courbet selalu menampilkan kenyataan hidup yang pahit seperti “Lukisan Pemecah Batu” dll. Lihat contoh pada lampiran.


4.    Aliran Naturalisme

Aliran Naturalisme adalah aliran yang mencintai dan memuja alam dengan segenap isinya. Penganut aliran ini berusaha untuk melukiskan keadaan alam, khususnya dari aspek yang menarik, sehingga lukisan Naturalisme selalu bertemakan keindahan alam dan isinya. Monet merupakan salah satu tokoh  pelukis Naturalisme, tetapi terkadang lukisannya mendekati Realisme. Meskipun lukisan Naturalistiknya Monet yang mendekati Realisme, tetapi sangat berbeda dengan lukisan Gustave Courbert sebagai tokoh realisme.


Naturalisme di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek realistis dengan penekanan seting alam. Hal ini merupakan pendalaman labih lanjut dari gerakan realisme pada abad 19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme.
Naturalisme merupakan corak atau aliran dalam seni rupa yang berusaha melukiskan sesuatu obyek sesuai dengan alam (nature). Obyek yang digambarkan diungkapkan seperti mata melihat
*      Rembrant,
*      Williamn Hogart
*       Frans Hall
di Indonesia yang menganut corak Naturalisme :
*      Abdullah Sudrio Subroto
*       Basuki Abdullah
*      Gambir Anom
*      Trubus
*       Wakidi, dll

               ‘Kakak dan adik’ Basuki Abdullah
Realismenya Courbert bersifat sosialistik yang moralitasnya cukup tinggi, sedangkan realismenya Monet cenderung melukiskan yang indah-indah dan amoral, karena prinsip Monet adalah “seni untuk kepentingan seni, bukan untuk apapun. Para pelukis Naturalisme sering dijuluki sebagai pelukis pemandangan. Tokoh Naturalisme yang berasal dari Inggris adalah Thomas Gainsbrough (1727-1788).     Berikut adalah contoh lukisan Naturalis   



5.    Aliran Impresionisme

Apabila ada orang mendengar istilah Impresionisme, maka asosiasi mereka biasanya tertuju pada lukisan-lukisan yang impresif, yaitu lukisan yang agak kabur dan tidak mendetail. Claud Monet bukan tokoh impresionisme, tetapi aliran impresionisme banyak diilhami oleh penemuan-penemuan Claud Monet dalam setiap lukisannya. Seorang tokoh impresionisme dari Prancis bernama Piere Auguste Renoir (1841-1919).


Impressionisme merupakan corak seni rupa yang lahir pada tahun 1874. Nama ini awalnya dikutip dari lukisan Claude Monet, "Impression, Sunrise" ("Impression, soleil levant")  Aliran ini mengutamakan kesan selintas dari suatu obyek yang dilukiskan.
Kesan itu didapat dari bantuan sinar matahari yang merefleksi ke mata mereka. Mereka melukiskan dengan cepat karena perputaran matahari dari timur ke barat. Karena itulah dalam lukisan impressionisme obyek yang dihasilkan agak kabur dan tidak mendetail.
Teknik melukisnya, warna-warna tak dicampur di palet, tapi langsung di kanvas.
Tokoh-Tokoh Impresionisme :
Frédéric Bazille                Jean Beraud
Eugène Boudin                 Mary Cassatt
Lovis Corinth                    Edgar Degas
  










‘Impression sunrise, di buat pada tahun 1872-1873. Lukisan inilah yang melatarbelakangi munculnya aliran impressionisme.’
                     












La Promenade”, melukiskan seorang wanita sedang berpayung. Lukisan ini di buat pada tahun 1875


Pelukis ini sangat gemar melukis wanita, baik dalam kondisi berpakaian maupun tanpa busana. Lukisan impresionis sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, karena melukis dilakukan di luar studio. Lukisan impresionis biasanya tidak mempunyai kontur yang jelas dan nampak hanya efek-efek warna yang membentuk wujud tertentu.


6.    Aliran Ekspresionisme


Ekspresionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitektur, dan musik. Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia




                                               The stary naight:     Karya Vincent Van Gogh

Pada tahun 1990-an, para pelukis mulai tidak puas dengan karya yang hanya menonjolkan bentuk-bentuk objek. Mereka mulai menggali hal-hal yang berhubungan dengan batin, sehingga muncullah aliran ekspresionisme. Vincent Van Gogh (1850) adalah tokoh yang menjadi tonggak kemunculan aliran ekspresionisme dan tokoh lain yang mengikuti adalah Paul Cezanne, Paul Gauguin, Emil Nolde dan di Indonesia yaitu Affandi. Ekspresionisme merupakan aliran yang melukiskan aktualitas yang sudah didistorsikan ke arah suasana kesedihan, kekerasan ataupun tekanan batin.

Berikut adalah salah satu contoh lukisan ekspresionisme karya Affandi dengan judul “Potret Diri” .



7.    Aliran Fauvisme

Nama fauvisme berasal dari bahas Prancis “Les Fauves”, yang artinya binatang liar. Aliran fauvisme sangat mengagungkan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya seperti pohon berwana 0ranye/jingga atau lainnya. Lukisan-lukisan fauvis betul-betul membebaskan diri dari batasan-batasan aliran sebelumnya.

Pelukis fauvisme cenderung melukis apa yang mereka sukai tanpa memikirkan isi dan arti dari sebuah lukisan yang dibuat. Maurice De Vlaminck, merupakan tokoh fauvisme yang banyak terinspirasi oleh goresan warna Vincent Van Gogh, sampai-sampai ia berkata ; Saya lebih mencintai Van Gogh dari pada Ayah saya. Tokoh lain dari aliran ini adlah Henri Matisse, Henri Rousseau dll.

8.    Aliran Kubisme

Aliran kubisme dilatar belakangi oleh konsep Paul Cezanne yang mengatakanbahwa bentuk dasar dari segala bentuk adalah silinder , bola, balok dan semua  bentuk yang ada di dalam di pengaruhi oleh perspektif, sehingga bidang tertuju pada  satu titik tengah. Karya Picasso menjadi insfirasi kemunculan karya- karya kubisme, karena motif geometris digunakan oleh Picasso.


Kubisme adalah sebuah gerakan modern seni rupa pada awal abad ke-20 yang dipelopori oleh Picasso dan Braque.  Prinsip dasar yang umum pada kubisme yaitu menggambarkan bentuk objek dengan cara memotong, distorsi, overlap, penyederhanaan, transparansi, deformasi, menyusun dan aneka tampak.
Bentuk2 karyanya menggunakan bentuk geometri (segitiga, segiempat, kerucut, kubus, lingkaran). Seniman kubisme sering menggunakan teknik kolase, misalnya
menempelkan potongan kertas surat kabar, gambar poster.
Tokoh-tokoh Kubisme:
Paul Cezane
Pablo Picasso
George Braque

Pablo Picasso (1881-1973)
Still Life with Mandolin and Guitar
(oil on canvas, 1924)
Guggenheim Museum, New York







Seni abstrak dalam seni lukis  ialah seni yang berusaha mengambil obyek yang berasal dari dunia batin. Obyek itu bisa fantasi atau imajinasi. Karena timbul dari dalam batin.
Dalam seni abstrak terbagi dua kategori besar yaitu:
  1. Abstrak Ekspresif
Abstrak ekspresif berupa ungkapan murni dari  sentuhan secara imajinatif.
b. Abstrak Geometris
Abstrak Geometris merupakan lukisan yang berupa komposisi garis, warna, dan bidang yang tersusun indah. Abstrak geometris juga disebut seni non obyektif. Dipelopori oleh Kandinsky
350px-Kandinsky_1939_Composition-X






                                                     
                                                          





                                              Karya Wassily Kandinsky

Lukisan kubisme mengedepankan bentuk-bentuk germetris. Tokoh kubisme yang sangat terkenal adalah Picasso dan Paul Cezanne, tetapi di samping kedua tokoh ini masih banyak tokoh lain yg menganut  Kubisme seperti Juan Gris dll.

9.    Aliran Abstraksionisme

Aliran Abstraksionime adalah aliran yg berusaha melepaskan diri dari sensasi-sensasi atau asosiasis figuratif suatu obyek. Aliran Abstraksionis di bedakan menjadi dua yaitu.
  • Abstrak kubistis

Yaitu abstrak dalam bentuk geometrik murni seperti lingkaran kubus dan segi tiga
Tokoh aliraran ini berasal dari Rusia yaitu Malivich [1913]
  • Abstrak Nonfiguratif

Yaitu abstrak dalam arti seni lukis haruslah murni sebagai ugkapan perasaan, di mana garis mewakili garis ,warna mewakili warna dan sebagainya. Bentuk alami ditinggalkan sama sekali. Tokohnya adalah Wassily kadinsky, Naum Goba.
Contoh karya;


10.    Aliran Futuris.

Aliran Futuris muncul di Itali pada tahun 1909, sebagai reaksi terhadap aliran kubisme yang dianggap dinamis penuh gerak, karena itu temanya cenderung menggambarkan kesibukan-kesibukan seperti,pesta arak-arakan, perang dll. Tokoh aliran ini antara lain
  • Carlo Carra
  • Buido Severini 
  • Umbirto Boccioni
  • F.T Marineti


11.    Aliran dadaisme

Aliran dadaisme merupakan pemberontak konsep dari konsep aliran sebelumnya. Aliran ini mepunyai sikap memerdekakan diri dari hukum-hukum seni yg telah  berlaku. Ciri aliran ini sinis, nihil dan berusaha meleyapkan ilusi. Aliran ini dilatar belakangi oleh perang dunia pertama yg tak kunjung berhenti.

Perang yg tak kunjung padam memberi kesan hilangnya nilai sosial dari nilai estetika di muka bumi, sehinga pandangan dadaisme tidak ada estetika dalam karya seni. Tokoh Dadisme adalah Paul klee, Scwitters Tritan Tzara, Maron Janco dll.

12.    Aliran Surealisme.


Surealisme adalah gerakan budaya yang berawal tahun 1920an dan terkenal karena karya visual serta tulisan dari anggota kelompok tersebut. Ciri karya surealis ialah adanya kejutan (element of surprise), kombinasi unik dan non sequitur.
Banyak seniman surealis yang menyebut karya mereka—pertama dan utama—sebagai ekspresi gerakan filosofis. Bahkan André Breton, ketua gerakan, secara eksplisit menyebutkan surealisme merupakan gerakan revoulusioner. Berawal dari dadaisme di masa Perang Dunia I, Surealisme dibentuk dengan pusat gerakan di Paris.
Tokoh-Tokoh Surealisme
                                                                                           
           
       Salfador Dali (1904-1989)                        Rene Magritte(1898-1967)           Yves Tanguy (1900-1955)

Karya Surealisme











                                                                               The Persistence of memory : Salfvador Daly

Aliran surealis banyak di pengaruhi oleh teori analisis psikologis. Sigmund Freud mengenai ketidak sadaran dalam anatomisme dan impian. Surealisme sering tampil tidak logis dan penuh fantasi, seakan-akan melukis dalam mimpi.

Tokoh surealis yaitu

  • Salvador Dali
  • Maxt Ernest
  • Jona Mirod

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar